Kamis, 27 Februari 2014

Sinopsis Eneng Dan Kaos Kaki Ajaib


Sinetron ini menceritakan kehidupan Eneng (Jessica Anastasya), seorang anak perempuan yang rajin, baik hati dan cerdas. Ia diasuh tantenya yang pemalas dan cerewet karena ibunya pergi ke tanah Arab sebagai TKW. Eneng memiliki kaos kaki ajaib yang sering menolongnya dengan memberikan benda-benda ajaib. Setiap hari Eneng bergaul dengan teman-temannya yang jahil dan usil. Cecep (raja usil), Bobi (si gendut), Fahri (cewek tomboi yang sering kesurupan), dan Somad (si pengikut yang sering istighfar). Pada suatu hari, Eneng menolong seorang gembel yang kelaparan. Sebagai tanda terima kasih, si gembel ini memberikan kaus kaki butut kepadanya. Ternyata kaus kaki butut itu sangat berguna dan sering menyelamatkannya dari kesulitan. Eneng seringkali dipermainkan dan dirugikan oleh Cecep dan teman – temannya. Tapi ia tidak marah dan sakit hati. la punya kaos kaki ajaib yang selalu menolongnya. Pesan moral ditunjukkan melalui tingkah laku dan kesabaran Eneng menjalani kehidupannya sebagai gadis kecil.[2]
Dalam perkembangan selanjutnya, terdapat perubahan pada Sinetron Eneng dan Kaos Kaki Ajaib. Kaos Kaki Ajaib yang merupakan benda ajaib Eneng, disebutkan sebagai perubahan dari Ozky, yang merupakan cucu dari Kakek Pengemis. Ozky dapat dilihat orang selain Eneng dan juga berinteraksi dengan mereka, sementara dalam bentuk Kaos Kaki Ajaib ia tidak boleh melakukan hal yang sama. Ozky selanjutnya tinggal bersama Eneng.[3]
Dalam episode-episode bulan Ramadhan, diceritakan ibu Eneng (Sulastri) kembali dari Arab selama bulan puasa.[4] Pak RT (Muhaimin) yang merupakan perjaka tua ternyata mempunyai cinta terpendam kepada Sulastri. Sehabis Lebaran, Sulastri kembali ke Arab. Semula Eneng akan ikut, tapi setelah demonstrasi warga Bojong Kidul (kampung tempat Eneng tinggal) meminta Eneng tetap tinggal, akhirnya Eneng tetap di Bojong Kidul.[5]

Sinopsis Laskar Pelangi



Cerita dimulai di sebuah SD Muhammadiyah di pulau Belitong, sebuah sekolah dengan keadaan yang serba kekurangan. Sekolah yang hanya memiliki enam ruang kelas kecil-kecil dengan atap bocor, berdinding papan, berlantai tanah, dan jika malam dipakai untuk menyimpan ternak, itupun dipakai bergantian (pagi untuk SD dan sore untuk SMP) dan tidak memiliki fasilitas lain sama sekali. Dari keadaan yang demikian tidak ada orang tua kaya yang mau menyekolahkan anak-anaknya di sekolah itu. Hanya orang tua miskin yang mau menyekolahkan anaknya disana karena sekolah ini memang tidak memungut iuran sedikitpun. Hingga Depdikbud Sumsel memperingatkan hendak menutup sekolah itu jika siswa yang mendaftar tidak mencapai sepuluh orang.

my friends XI.IPA.II






Rabu, 26 Februari 2014

Manusa Yadnya

Manusa yadnya adalah korban suci yang bertujuan untuk memelihara hidup dan membersihkan lahir bathin manusia mulai dari sejak terwujudnya jasmani di dalam kandungan sampai pada akhir hidup manusia itu. Pembersihan lahir bathin manusia sangat perlu di lakukan selama hidupnya, karena kebersihan itu dapat menimbulka adanya kesucian. Kebersihan ( kesucian ) secara lahir bathin ini dapat menghindarkan manusia itu sendiri dari jalan yang sesat. Dengan kebersihan tersebut, manusia akan dapat berpikir, berkata dan berbuat yang benar sehingga dapat meningkatkan dirinya ke taraf hidup yang lebih sempurna. Unsur-unsur pembersihan di dalam Upacara Manusa Yadnya dapat di ketahui dengan adanya upakara-upakara seperti tirtha panglukatan atau tirtha pembersihan dan lain sebagainya. Tirtha-tirtha ini adalah air suci yang telah di berkati oleh sang sulinggih pandita ( pendeta ), sehingga air suci tersebut mempunyai “ twah “ ( wasiat ), yang secara spiritual dapat menimbulkan adanya kebersihan ( kesucian ) itu. Di dalam Manusa yadnya, pada dasarnya terdapat empat rangkaian upacara yang satu dengan yang lainnya tidak dapat di pisahkan. Adapun upacara-upacara teresbut antara lain adalah Upacara Mabhyakala ( Mabhyakaonan ), Upacara Melukat ( Mejaya-jaya ), Upacara Natab ( Ngayab ), dan Upacara Muspa. Masing-masing upacara ini mempunyai maksud dan tujuan-tujuan tertentu.

Si Miskin yang Jujur, Sopir Baik Hati & Penumpang Budiman

Suatu hari saya naik angkutan kota dari Darmaga menuju Terminal Baranangsiang, Bogor. Pengemudi angkot itu seorang anak muda. Didalam angkot duduk 7 penumpang, termasuk saya. Masih ada 5 kursi yg belum terisi. Di tengah jalan, angkot2 saling menyalip untuk berebut penumpang. Tapi ada pemandangan aneh. Di depan angkot yg kami tumpangi, ada seorang ibu dgn 3 orang anak remaja berdiri di tepi jalan. Tiap ada angkot yg berhenti dihadapannya, dari jauh kami bisa melihat si ibu bicara kepada supir angkot, lalu angkot itu melaju kembali.
Kejadian ini terulang beberapa kali. Ketika angkot yg kami tumpangi berhenti, si ibu bertanya: “Dik, lewat terminal bis ya?”, supir tentu menjawab “ya”. Yang aneh si ibu tidak segera naik. Ia bilang “tapi saya dan ke 3 anak saya tidak punya ongkos.” Sambil tersenyum, supir itu menjawab “gak papa Bu, naik saja”, ketika si Ibu tampak ragu2, supir mengulangi perkataannya “ayo bu, naik saja, gak papa ..”
Saya terpesona dgn kebaikan Supir angkot yg masih muda itu, di saat jam sibuk dan angkot lain saling berlomba untuk mencari penumpang, tapi si Supir muda ini merelakan 4 kursi penumpangnya untuk si ibu & anak2nya.
Ketika sampai di terminal bis, 4 penumpang gratisan ini turun. Si Ibu mengucapkan terima kasih kepada Supir. Di belakang ibu itu, seorang penumpang pria turun lalu membayar dengan uang Rp.20 ribu. Ketika supir hendak memberi kembalian (ongkos angkot hanya Rp.4 ribu) Pria ini bilang bahwa uang itu untuk ongkos dirinya & 4 penmpang gratisan tadi. “Terus jadi orang baik ya, Dik ” kata pria tersebut kepada sopir angkot muda itu ...
Sore itu saya benar2 dibuat kagum dengan kebaikan2 kecil yg saya lihat. Seorang Ibu miskin yg jujur, seorang Supir yg baik hati, & seorang penumpang yg budiman. Mereka saling mendukung untuk kebaikan.
Andai separuh saja bangsa kita seperti ini, maka dunia akan takluk oleh kebaikan kita! Silahkan disebar jika menurut anda hal ini patut di contoh sebagai cara berbuat kebajikan.
- (Kukuh Nirmala, di Jakarta) -
Sumber : http://situs-lakalaka.blogspot.com.au/2012/10/si-miskin-yang-jujur-sopir-baik-hati.html

Kamis, 20 Februari 2014


Lirik Lagu Katy Perry – Roar Lyrics

I used to bite my tongue and hold my breath
Scared to rock the boat and make a mess
So I sit quietly, agreed politely
I guess that I forgot I had a choice
I let you push me past the breaking point
I stood for nothing, so I fell for everything
You held me down, but I got up
Already brushing off the dust
You hear my voice, your hear that sound
Like thunder, gonna shake the ground
You held me down, but I got up
Get ready cause I’ve had enough
I see it all, I see it now

LiriK Lagu Skyscraper – Demi Levato

[Demi Lovato]
Skies are crying
I am watching
Catching teardrops in my hands
Only silence as it’s ending, like we never had a chance
Do you have to, make me feel like there is nothing left of me?